Blogroll

December 14, 2012

SHOLAT SUNNAH


SHALAT-SHALAT SUNAH
Diantara rahmat Allah kepada hambanya adalah bahwa Allah mensyariatkan bagi setiap kewajiban, sunah yang sejenis agar orang mukmin bertambah imannya dengan melakukan yang sunah danmenyempurnakan yang wajib pada hari kiamat, karena kewajiban-kewajiban mungkin ada yang kurang.
Shalat ada yang wajib dan ada yang sunah, puasa ada yang wajib dan ada yang sunah, demikian pula haji, sedekah dan yang lainnya dan seorang hamba senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan yang sunah-sunah sehingga Allah mencintainya.
Shalat sunah bermacam-macam:
1.      Ada yang disyariatkan berjamah seperti sholat tarawih, istisqa’, sholat kusuf dan sholat ied;
2.      Ada yang tidak disyariatkan berjamaah seperti sholat istikharah;
3.      Ada yang mengikuti sholat fardlu seperti sunah rawatib
4.      Ada yang tidak mengikuti yang lain seperti sholat dhuha;
5.      Ada yang mempunyai waktu seperti sholat tahajud
6.      Ada yang tidak ditentukan waktunya seperti sholat mutlak
7.      Ada yang terikat dengan sebab, seperti tahiyatul masjid, dan dua rakaat wudhu
8.      Dan ada yang tidak terikat dengan sebab,s eperti sholat sunah mutlak
9.      Ada yang mu’akkad, seperti sholat ied, istisqa’, kusuf dan sholat witir.
10.  Ada yang tidak mu’akkad seperti sholat sebelum maghrib dan lainnya.
Adapun tempat hsolat-sholat sunah itu dilakukan di masjid atau di rumah dan yang lebih utama dilakukan di rumah. Berdasarkan sabda Nabi Saw: “ . . . maka shalatlah wahai manusia di rumah kalian karena shalat yang paling utama adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib (muttafaq alaih)”.[1]

Ini merupakan karunia Allah kepada hambanya dimana Allah mensyariatkan bagi mereka sarana mendekatkan diri kepadanya, dan menjadikan perbuatan tadi bervariasi untuk meninggikan derajat mereka, dan menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka, melipatgandakan kebaikan maka bagi Allah segala puji dan syukur.

A.    Sholat Sunah Hajat
1.      Pengertian
Sholat sunah hajat ialah sholat sunah yang dikerjakan karena mempunyai hajat supaya hajatnya diperkenankan oleh Allah Swt.
2.      Taat Cara dan Niat
Jumlah raka’at sholat ini paling sedikit 2 raka’at dan paling banyak 12 raka’at.
Waktu pelaksanaannya bisa siang atau malam hari. Ayat yang dibaca pada raka’at pertama selepas Fatihah surat al-Kafiruun/ayat kursi sebanyak 6x ada juga yang 10x dan pada raka’at kedua selepas Fatihah surat al-Ikhlas 6/10 x.
-          Niat Sholat Hajat
     اُصَلِّ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَ
Artinya : Aku berniat sholat hajat 2 raka’at karena Allah ta’ala. Allah Maha Besar
-          Do’a sesudah sholat hajat
Setelah sholat hajat selesai dianjurkan bagi kita untuk duduk dengan khusyu’ lalu membaca istighfar, dianjurkan membaca sebanyak 100x setelah sholat hajat. Setelah selesai membaca istighfar, lalu membaca sholawat atas Nabi Muhammad Saw 100 x. Setelah selesai membaca sholawat, lalu membaca do’a:
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهِ الْحَكَيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَالله رَبَِ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ. اَلْحِمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَألَ/ِيْنَ اَسْئَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمِتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَألْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرِّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ اِثْمٍ. اللّـهُمِّا لاَ تَدَعْلِيْ ذَنْبَـا اِلاَّغَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا اِلاَّفَرَجْتَهُ وَلاَ حَاجَةْ هِيَ لَكَ رِضَا اِلاَّقَضَـيْتَهَايَاأَرِحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.[2]

B.     Sholat Sunnah Mutlaq
1.      Pengertian
Sholat sunnah mutlaq artinya sholat sunah yang tidak ditentukan waktunya dan tidak ada sebab pun bilangan raka’atnya juga tidak ada batasnya berapa saja, dua raka’at atau lebih, caranya seperti sholat sunah yang lain.
Sabda Rasulullah:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صّلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلاَةُ خَيْرَ مَوْضَوْعٍ اسْتَكْثِرَتَ اَوْاُقِلَّتْ
“Berkata Rasulullah Saw, semabhayang itu adalah suatu perkara yang terbaik, banyak atau sedikit” (Riwayat Ibnu Majah).[3]
2.      Niat dan Waktu Terlarang untuk Sholat Sunah Mutlaq
-          Niat Sholat Sunnah
اُصّلِّ سُنَّـةً رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى . الله ُ اَكْبَرْ
“Saya niat sholat sunah dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar.[4]
-          Adapun waktu yang terlarang untuk mengerjakan sholat sunah :
a.       Sesudah sholat subuh sampai terbit matahari
b.      Sesudah sholat Ashar sampai terbenam matahari
c.       Tatkala istiwa (tengah hari) selain dari hari Jum’at
d.      Tatkala terbit matahari sampai setinggi tombak (jam 8-9) jam zawaliyah
e.       Tatkala hampir terbenam matahari sampai terbenamnya.[5]
3.      Hikmah Sholat Sunah Mutlaq
a.       Sholat yang dilakukan akan membimbing manusia ke arah yang positif, menemukan ketenangan batin, ketentraman psikologis dan keteguhan mental, serta selalu ingat akan kebesaran Allah.
b.      Dengan melaksanakan sholat mutlak, senantiasa mengisi kegiatan yang lebih bermanfaat dan mengingat Allah melalui sholat mutlak.[6]

C.    Sholat Sunah Tarawih
1.      Pengertian
Sholat tarawih adalah sholat malam pada bulan Ramadhan, hukumnya sunah mu’akkad (penting bagi laki-laki dan perempuan) boleh dikerjakan sendiri dan boleh berjama’ah. Waktunya sesudah sholat isya’ sampai terbit fajar (waktu subuh).[7]
2.      Niat Sholat Tarawih
-          Niat Sholat Tarawih
اُصّلِّ سُنَّـةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى . الله ُ اَكْبَرْ
“Aku berniat sholat tarawih dua raka’at karena Allah ta’ala.
-          Bilangan Raka’at Sholat Tarawih
Menurut riwayat ahli hadits adalah Rasulullah Saw sholat tarawih di masjid bersama-sama dengan orang banyakk 3x selama hidup beliau, pada malam tanggal 23, 25 dan 27 ramadhan. Sesudah itu beliau tidak sholat tarawih berjama’ah lagi karena beliau takut sholat itu dijadikan wajib atas mereka di kemudian hari. Bilangan raka’at yang beliau kerjakan bersama-sama dengan orang-orag itu “delapan raka’at”.
Sabda Rasulullah
عِنْ عَائِشَةً اَنَّهَاقَالَتْ مَأكَانَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيْدُ فَيْ رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِهِ عَلَى أِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً (أخرج البخارى وغيره)
“Dari Aisyah berkata: “Yang dikerjakan oleh Rasulullah Saw baik pada bulan Ramadhan atau lainnya tidak lebih dari 11 raka’at.” Hadits tersebut dikeluarkan oleh Bukhari dan lainnya.
عَنْ جَابِرٍ اَنَّهُ صَلَّى اللهِ وَسَلَّمَ صَلَّى بِهِمْ ثَمَانَ رَكَعَاتٍ اَوْتَرَ. (اخر جهابر حبان)
Dari Jabir: “Sesungguhnya Nabi Saw telah sholat bersama-sama mereka 8 raka’at. Kemudian beliau sholat witir.” Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban.
Pada setengah riwayat mengatakan sesudah mereka sholat berjama’ah mereka sholat lagi di rumah. Di masa kholifah kedua (Umar beliau mengumpulkan orang banyak) dan sholat bersama-sama dengan mereka 20 raka’at, selang yang ikut dalam jama’ah khalifah itu ada beberapa sahabat yang terkenal dan terkemuka di masa itu, mereka seorang pun tidak ada yang membantah kepada beliau, dan dimas Umar bin Abdul Aziz dijadikan 36 raka’at.
Ringkasnya bilangan raka’at sholat tarawih itu bermacam-macam dilakukan oleh umat Islam sejak Rasulullah Saw sampai di masa sahabat. Adapun ketentuan bilangan raka’at dan bacaan, tidak ada keterangan yang pasti dari syara’ hanya terserah kepada keyakinan kita masing-masing.[8]

D.    Sholat Sunah Witir
1.      Pengertian
Sholat witir adalah sholat ganjil (satu raka’at, tiga raka’at, lima raka’at, tujuh raka’at, sembilan raka’at atau sebelas raka’at), sekurang-kurangnya satu raka’at dan sebanyak-banyaknya sebelas raka’at boleh memberi salam tiap dua raka’at dan yang akhir boleh satu atau tiga raka’at. Kalau dikerjakan tiga raka’at jangan membaca tasyahud awal agar jangan serupa dengan sholat maghrib. Waktunya sesudah mengerjakan sholat isya’ sampai terbit fajar.[9]
2.      Niat dan Keutamaan Sholat Witir
-          Niat Sholat Witir
اُصّلِّ سُنَّـةً الْوِتْرِِِ ِللهِ تَعَالَى . الله ُ اَكْبَرْ
“Saya berniat sholat witir karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar”


-          Keutamaan Sholat witir
a.       Seorang yang melaksanakan sholat witir akan dicintai oleh Allah. Rasulullah bersabda:
اِنَّ الله وِتْرَيُحِبُّ الْوِتْرَ فَأَوْتِرُ وَايا أهْلَ الْقُرآنَ
“Sesungguhnya Allah witir dan dia mencintai witir olehnya sholat witirlah kalian wahai ahli al-Qur’an” (HR. Tirmidzi)

b.      Sholat witir lebih mulia daripada harta yang paling berharga
اِنَّ الله عَرَّوجَلَّ قَدْ أَمَدَكُمْ بِصَلاَةٍ وِهِيَ خَيْرً لَكُمْ مِنْ حُمْرِ هِيَ الْوِتْرُ فَجَعَلَهَا لَكُمْ فِيْمَل بَيْنَ الْعِشَاءِ اِلَى طُلُوْعِ الْفَجْرِ
“Sesungguhnya Allah telah menghadiahkan kepada kalian sholat dan sholat tersebut lebih baik lagi kalian dari pada harta yang paling berharga. Sholat itu adalah sholat witiri maka laksanakan antara waktu isya’ hingga terbit fajar” (HR. Tirmidzi).[10]




BAB III
PENUTUP

Salah satu bukti cinta dan belas kasih Rasulullah Saw terhadap umatnya adalah beliau menganjurkan dan memberi teladan dalam menjalankan sholat sunah kepada kita sebagai tambahan dalam beribadah dan bertaqarrub kepada Allah Sawt. Anjuran dan teladan ini tidak lain kecuali agar mereka memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Rasulullah Saw ingin menyelamatkan umatnya dari kerusakan-kerusakan dalam kehidupan dan agar mereka sampai kepada posisi puncak keimanan.
Sholat sunah disyariatkan kepada umat Islam tak lain agar orang mukmin semakin dekat kepada Allah Swt, karena ia merupakan salah satu dari pemberian Tuhan yang sangat besar nilainya. Diantara shalat-shalat sunah yang disyariatkan dalam Islam adalah:
1.      Sholat sunah Hajat
2.      Sholat sunah mutlak
3.      Sholat sunah tarawih
4.      Sholat sunah witir
5.      Dan sebagainya.
Namun yang pasti Allah Swt telah menyatakan dalam firman-Nya bahwa:
tûïÏ%©!$# tbrãä.õtƒ ©!$# $VJ»uŠÏ% #YŠqãèè%ur 4n?tãur öNÎgÎ/qãZã_ tbr㍤6xÿtGtƒur Îû È,ù=yz ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚöF{$#ur $uZ­/u $tB |Mø)n=yz #x»yd WxÏÜ»t/ y7oY»ysö6ß $oYÉ)sù z>#xtã Í$¨Z9$# ÇÊÒÊÈ
Artinya: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran: 191)




DAFTAR PUSTAKA


Shahih Bukhari no (731), Shahih Muslim no. (781)

Jusuf, Muhammad. 2008. Panduan Sholat Sunnah. Jakarta: PT. Cipta Widya Swara.

Sulaiman, H. Rasyid. 1976. Fiqih Islam. Jakarta: At-Tahiriyah. 1976.

Taufiq Ahmad. 1994. Tuntunan Sholat Lengkap. Semarang: CV. Thoha Putra.




[1] Shahih Bukhari no (731), shahih muslim no. (781)
[2] Muhammad Jusuf, Panduan Sholat Sunnah, (Jakarta: PT. Cipta Widya Swara, 2008), h. 39.
[3] H. Rasyid Sulaiman, Fiqih Islam, (Jakarta: At-Tahiriyah, 1976), h. 153.
[4] Muhammad Jusuf, op.cit., h. 70
[5] H. Rasyid Sulaiman, op.cit., h. 154.
[6] Muhammad Jusuf, loc.cit.
[7] H. Rasyid Sulaiman, op.cit., h. 167
[8] Ibid
[9] Ibid
[10] Ibid

0 comments:

Post a Comment