Blogroll

February 19, 2012

Prinsip-prinsip dasar Pendidikan di Lingkungan keluarga

A.     Pengertian dan Fungsi Keluarga
Keluaga adalah wadah yang sangat penting diantara individu dan group dan merupakan kelompok social yang pertam adimana anak-anak menjadi anggotanya. Keluarga merupakan satu-satunya tempat pertama untuk mengadakan sosialisasi kehidupan  anak-anak, ibu , ayah dan saudara-saudaranya yang lain adalah orang-orang yang pertama dimana anak mengadakan kontrak dan belajar. Sebagaimana dia hidup  dengan orang lain sampai  memasuki sekolah, anak-anak  menghabiskan seluruh waktunya dalam unit keluarga, hingga masa adolesent dapat ditaksir bahwa anak-anak  mengahbiskan ½ waktunya dalam  keluarga. [1]
Menurut Aqbum fungsi keluarga  adalah sebagai berikut:
·         Fungsi Kasih sayang
·         Fungsi ekonomi
·         Fungsi pendidikan

B.      Peranan Keluarga Dalam Pendidikan
Keluarga merupakan bagian dari sebuah masyarakat. Unsure-unsur yang ada dalam sebuah keluarga baik budaya, mazhab, ekonomi bahkan jumlah anggota keluarga sangat mempengaruhi perlakuan dan pemikiran anak khususnya ayah dan ibu. Pengaruh keluarga dalam pendidikan anak sangat besar dalam berbagai macam sisi. Keluargalah yang menyiapkan potensi pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak. Lebih jelasnya, kepribadian anak tergantung pada pemikiran dan tingkah laku  pembentukan pribadi anak. Seperti keyakinan-keyakinan, pemikiran dan prilaku ayah dan ibu, dengan sendirinya memiliki pengaruh yang sangat  dalam terhadap pemikiran dan prilaku anak. Karena kepribadian manusia muncul  berupa lukisan-lukisan pada berbagai ragam  situasi dan kondisi dalam lingkungan keluarga.
Orang tua  sangat berperan penting dalam membentuk kepribadian anak dengan cara  mengembangkan pola komunikasi dan interaksi dengan sesamanya agar menjadi pribadi yang mantap dan kaffah (utuh). Marie Jahoda  (Sumpeno, 1998 : 26) berpendapat bahwa seseorang yang memiliki kepribadian yang mantap adalah orang yang dapat  menguasai lingkungannya secara aktif, memperhatikan kesatuan dan segenap kepribadiannya. Memiliki kesanggupan menerima secara tepat dunia  lingkungannya dan dirinya sendiri, bersifat mandiri tanpa terlalu banyak terpengaruh orang lain.
Kedua orang tua memiliki peran  yang sangat penting dalam mewujudkan kepribadian anak. Islam memiliki berbagai macam metode-metode di dalam rubrik aqidah atau keyakinan, norma atau akhlak serta fiqih sebagai dasar dan prinsip serta cara untuk mendidik anak yang secara awal bisa dilakukan dalam keluarga. Berkaitan dengan pendidikan, Islam menyuguhkan atuaran-aturan di antaranya pada masa pra kelahiran yang mencakup cara memilih pasangan hidup dan adab berhubungan seks sampai masa pasca  kelahiran yang mencakup pembacaan azan dan iqamat pada telinga bayi yang baru lahir, tahnik (meletakan buah kurma pada  langit-langit bayi, mendoakan bayi, memberikan nama yang bagus buat bayi, aqiqah (menyembelih kambing dan dibagikan kepada fakir-miskin), khitan dan mencukur  rambut bayi dan memberikan sedekah seharga emas atau perak yang ditimbang  dengan berat rambut. Pelaksanaan amalan-amalan ini sangat berpengaruh pada jiwa anak.
Keluarga berperan sebagai factor pelaksana dalam mewujudkan nilai-nilai keyakinan-keyakinan dan persepsi budaya sebuah masyaakat. Khususnya bagi seorang ibu yang harus memfokuskan dirinya dalam menjaga akhla\k, jasmani dan kejiwaannya pada masa pra kehamilan sampai masa  kehamilan dengan harapan Allah memberikan kepadanya anak yang sehat dan sholeh.
Banyak hadist yang mengisyaratkan atau menjelaskan tentang pengaruh genetic dan lingkungan dalam pendidikan anak. Salah satu hadis yang mengisyaratkan tentang pengaruh genetic, yaitu “orang yagn bahagia adalah orang yang  sudah bahagia semenjak ia berada di dalam perut ibunya dan orang yang celaka adalah orang yagn sudah celaka  semenjak ia berada  di dalam perut ibunya”. Sudah sangat jelas  dikatakan dalam hadis tersebut bahwa manusia  akan bahagia di dunia apabila  semenjak dalam kandungan ia mengalami kebahagiaan, dan bigitu juga sebaliknya seseorang  yang celaka di dunia karena ia waktu di dalam kandungan sudah mengalami celaka.
Hadis  yang mengisyaratkan tentang pengaruh lingkungan : “ Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia yahudi, atau nasrani atau majuzi”. Maksudnya yaitu seorang anak yang baru lahir dalam keadaan suci atau dalam keadaan kosong. Ibarat kertas putih belum terisi oleh tulisan apapun. Kertas putih tersebut akan bertuliskan bagus atau buruk tergantung orang yang  yang menulisnya. Sama halnya dengan anak yang baru lahir apakah nantinya akan menjadi anak  yang berkepribadian baik ataukah buruk, tergantung bagaimana orang tua mendidiknya.
Berdasarkan hadis Rasul saw,  yang mengatakan bahwa, “ anak adalah raja selama tujuh tahun pertama dan hamba pada tujuh tahun  kedua serta teman musyawarah  pada tujuh tahun ketiga”. Hadis tersebut  menunjukan bahwa masa kehidupan anak dibagi menjadi tiga masa, yaitu masa menjadi raja, masa menjadi hamba, dan masa menjadi teman musyawarah. Apabila orang tua bisa mengkondisikan seorang anak dalam tiga masa tersebut dan menjalankan metode metode yang diberikan Islam, maka insya Allah mereka akan memproduksi anak yang berkepribadian baik, sehingga tidak merugikan masyarakat maupun diri sendiri.
Kedua orang tua memiliki tugas terhadap anaknya, dimana mereka harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan anaknya. Untuk mewujudkan keperibadian pada kemanusiaan dalam al-Qur’an, begitu juga kedua orang tua harus memiliki pertumbuhan manusia. Dengan demikian kedua orang tua dalam menghadapi anaknya baik dalam berpikir atau menghukumi mereka, akan bersikap sesuai dengan tolok ukur yang sudah ditentukan dalam al-Qur’an.

C.      Prinsip-prinsip Dasar Pendidikan dalam Lingkungan Keluarga
Abdullah Nasih Ulwan dalam bukunya Tarbiyatul Aulad Fil Islam, ada 7 prinsip pendidikan intregatif yaitu:
1.       Pendidikan iman merupakan pondasi yang kokoh bagi semua bagian pendidikan
2.       Pendidikan psikis membentuk berbagai karakter positif kejiwaan seperti keberanian, kejujuran, kemandirian, kelembutan, sikap optimistic dan sebagainya
3.       pendidikan fisik tidak kalah penting
4.       pendidikan intelektual harus dilakukan sejak dini
5.       peran social bermaksud menumbuhkan kepribadian sosial anggota keluarga agar mereka mampu bersosialisasi dan menebarkan konstribusi  positif bagi upaya perbaikan masyarakat
6.       pendidikan seksual diperlukan untuk membangun kesadaran anggota keluarga terhadap peran dan tanggungjawabnya berdasarkan jenis kelamin laki-laki dan perempuan
7.       pendidikan politik dalam keluarga diperlukan untuk membangun kesadaran dan membangun kemampuan anggota keluarga dalam menyikapi berbagai persoalan politik yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat.

ANALISIS MASALAH
Keluarga sebagai satuan unit terkecil merupakan lingkungan pendidikan yang paling utama dan pertama, dalam arti keluarga merupakan lingkungan yang paling bertanggung jawab mendidik anak anaknya. Pendidikan yang diberikan orang  tua pada anak seharusnya memberikan dasar bagi pendidikan, proses sosialisasi dan kehidupan di masyarakat. Dalam hal ini keluarga tetap menjadi kelompok  pertama (primary group) tempat meletakan dasar kepribadian di dalam keluarga. Orang tua  memegang  peranan membentuk system interaksi yang intim dan berlangsung lama yang ditandai oleh loyalitas pribadi, cinta kasih dan hubungan yang penuh kasih sayang. Peran  orang tua adalah dengan membenahi mental anak. Terbentuknya kepribadian  dan kreatifitas anak merupakan modal bagi penyesuaian diri anak dan  lingkungannya dan tentunya memberikan dampak  bagi kesejahteraan keluarga  secara menyeluruh, serta dalam dunia pendidikan  mereka selanjutnya.


Daftar pustaka

Ahmadi, Abu Drs. H. Sosiologi Pendidikan. Rineka Cipta, Jakarta, 1991
Handayani, Sarah. Dakwah Keluarga Prioritas Utama Dalam http: / Kota santri.com/
Soekanto, Soerjono, Prof. Dr. Rineka Cipta, Jakarta. 1994



[1] Drs. H. Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan ,Rineka Cipta. Jakarta, 1991 Hal. 108 

0 comments:

Post a Comment