Blogroll

October 01, 2012

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP BIMBINGAN DAN KONSELING

     A.     Pendahuluan
Kehidupan yang terus berubah sering kali muncul dalam kehidupan manusia. Kadang manusia tak sanggup untuk mengatasi berbagai masalah hidupnya dan akan muncul berbagai permasalahan seperti stress, depresi dan lainnya.
Manusia butuh bimbingan untuk menyelesaikan masalah dan tidak semua orang bisa membimbing untuk memberikan solusi dalam permasalahannya. Pembimbing tersebut haruslah orang yang benar-benar mampu untuk membimbing atau konselor. Sebelum melangkah lebih jauh, kiranya kita sebagai calon pembimbing atau konselor haruslah mengetahui terlebih dahulu tentang seluk beluk bimbingan tersebut, mulai dari pengertian dan ruang lingkupnya.
     B.     Pembahasan
1.      Pengertian bimbingan dan konseling
a.       Pengertian bimbingan
Secara terminologi kata “bimbingan” merupakan terjemahan dari kata guidance berasal dari kata kerja to guide yang mempunyai arti “menunjukkan, membimbing, menuntun ataupun membantu”. Sesuai dengan istilahnya, maka secara umum kata bimbingan dapat diartikan sebagai suatu bantuan atau tuntunan.[1]
Bantuan dalam pengertian bimbingan menurut terminologi bimbingan dan konseling haruslah memenuhi syarat-syarat tertentu sebagaimana yang dikemukakan oleh beberapa ahli berikut ini.
1.      Definisi yang pertama dikemukakan dalam years book of educations 1995:
Bimbingan adalah suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiri untuk menemukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagian pribadi dan kemanfaatan sosial”.
2.      Stoop dan Walquist mendefinisikan:
Bimbingan adalah proses terus menerus dalam membantu perkembangan individu untuk mencapai kemampuannya secara maksimum dalam mengarahkan manfaat yang sebesar-besarnya baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat”.
3.      Moh. Surya mengemukakan definisi bimbingan sebagai berikut:
Bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri, penerimaan diri dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan”.[2]
Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah “Proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku”.[3]
b.      Pengertian Konseling
Dalam kamus bahasa Inggris conseling dikaitkan dengan kata counsel, yang diartikan sebagai nasihat (to obtain counsel), anjuran (to give counsel), pembicaraan (to take counsel). Dengan demikian conseling diartikan sebagai pemberian nasihat, pemberian anjuran, dan pembicaraan dengan bertukar pikiran.
Kemudian orang-orang yang memberikan nasihat dan informasi yang relevan diberbagai bidang kehidupan, akan menyebut dirinya sebagai seorang counselor misalnya pengacara hukum (defense counselor), notaris (legal counselor), ahli perpajakan (tax counselor), ahli penanaman modal (invesment counselor).[4]
Istilah bimbingan selalu dirangkaikan dengan konseling (bimbingan dan konseling-red) itu suatu kegiatan yang integral. Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan diantara beberapa teknik lainnya.[5]
Dengan demikian dapat dipahami bahwa counseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan dimana proses pemberian bantuan itu berlangsung melalui wawancara dalam serangkaian pertemuan langsung dari tatap muka antara guru pembimbing (konselor) dengan murid yang dibimbing (klien) dengan tujuan agar klien itu mampu memperoleh pemahaman yang lebih terhadap dirinya mampu memecahkan masalah yang dihadapinya dan mengarahkan dirinya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki kearah perkembangan yang optimal sehingga ia dapat mencapai kebahagian pribadi dan kemanfaatan sosial.[6]
Bimbingan dan konseling tidak terbatas pada kelompok atau golongan problematika dan tidak terbatas pada lapisan masyarakat tertentu saja dan tidak serta merta pada struktur kepribadian tertentu saja.[7]
     C.    Kesimpulan
  1.     Bimbingan mempunyai arti menunjukan, membimbing, menuntun ataupun membantu sesuai dengan istilahnya maka secara umum bimbingan dapat diartikan proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
  2.      Konseling dapat diartikan sebagai pemberian nasihat, pemberian anjuran, dan pembicaraan bertukar pikiran. Konseling merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam pelayanan bimbingan.
  3.    Adapun ruang lingkup bimbingan dan konseling tidak terbatas dalam lingkungan pendidikan meskipun keduanya begitu akrab terdengar dalam ruang lingkup pendidikan, namun semua orang yang membutuhkan bimbingan dan tidak terbatas pada beberapa golongan tertentu saja.




[1] Hallen, Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Ciputat Press, 2002, hal. 3
[2] Ibid, hal. 3-5
[3] Priyatno dan Erman Anti, Dasaar-dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Rineka Cipta, hal. 99
[4] W.S. Winkle, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, Jakarta: PT. Grafindo, hal. 90
[5] Hallen, Op. Cit, hal. 9
[6] Ibid, hal. 11-12
[7] W.S. Winkle, Op.Cit, hal. 75

0 comments:

Post a Comment