Blogroll

October 13, 2012

PENDEKATAN DAN METODE BIMBINGAN DAN PENYULUHAN


  1. Pendahuluan
Kebanyakan seseorang didalam menghadapi masalah yang ada yang meminta bantuan orang lain untuk memecahkannya. Didalam pemecahan masalah terlihat adanya perbedaan antara satu orang dengan orang lain. Perbedaan ini terletak pada segi pendekatan dan metodenya yang digunakan dalam menghadapi masalah. Demikian banyak jenis pendekatan yang dapat digunakan dalam membantu seseorang menghadapi masalah.
  1. Pembahasan
a.      Pendekatan bimbingan dan penyuluhan
Pendekatan dalam bimbingan dan penyuluhan ada 3 (tiga) macam, yaitu:
1.      Pendekatan Afektif
a.       Psikoanalisis
Psikoanalisis atau rekonstruktive terapi berpangkal pada teori Sigmund Freud yang menyatakan inti neurosa adalah represi dan segala macam ketakutan dan pengalaman masa kanak-kanak yang tetap berpengaruh dan menekan individu untuk bertingkah laku pada saat ini seperti waktu lampau. Dengan penyuluhan atau terapi diharapkan hal-hal yang ditekankan itu keluar ke alam sadar.[1]
b.      Psikologi Individual
Dalam terapi ini perhatian utama diberikan pada kebutuhan seseorang untuk menempatkan diri dalam kelompok sosialnya. Ketiga konsep pokok dalam corak terapi ini adalah:
·      rasa rendah hati (inferiority feeling)
·      usaha untuk mencapai keunggulan (striving for superiority)
·      gaya hidup perorangan (a person’s life style).[2]
c.       Terapi gestalt
Dalam terapi ini konselor membantu konseli untuk menghayati diri sendiri dalam situasi kehidupannya yang sekarang dan menyadari halangan yang diciptakan diri sendiri untuk merasakan serta meresapi makna dari konstelasi pengalaman hidup. Keempat konsep pokok dalam terapi ini adalah:
·      Penghayatan diri sendiri dalam situasi hidup yang konret (awareness)
·      Tanggung jawab perorangan (personal responsibility)
·      Keutuhan dan kebulatan kepribadian seseorang (unity of the person)
·      Penyadaran akan berbagai halangan yang menghambat penghayatan diri sendiri (bloked awareness).[3]
d.      Konseling Eksistensial
Konseling eksistensial sangat menekankan implikasinya dari falsafah hidup ini dalam menghayati makna kehidupan manusia didunia ini. Konseling eksistensial berfokus pada:
·      Situasi kehidupan manusia dialam semesta yang mencakup kemampuan kesadaran diri
·      Kebebasan untuk memilih dan menentukan nasib hidupnya sendiri
·      Tanggung jawab pribadi
·      Kecemasan sebagai unsur dasar dalam kehidupan batin
·      Usaha untuk menemukan makna dari kehidupan manusia
·      Keberadaan dalam komunikasi dengan manusia lain
·      Kematian serta kecenderungan dasar untuk mengembangkan dirinya semaksimal mungkin.
2.      Pendekatan kognitif
a.       Analisis Transaksional
Analisis transaksional menekankan pada pola interaksi antara orang-orang, baik yang verbal maupun yang non verbal (transactions). Corak konseling ini diterapkan dalam konseling individual, tetapi dianggap paling bermanfaat dalam konseling kelompok.
b.      Sistematika Carkhuff
Dalam sistematika carkhuff, proses konseling dipandang sebagai suatu proses belajar baik bagi konseli sebagai orang yang dibantu maupun konselor sebagai orang yang membantu. Konseli akan belajar bagaimana caranya menghadapi dan mengatasi suatu masalah dengan berpikir dan bertindak secara lebih konstruktif. Bahkan konseli belajar bahwa cara menyelesaikan masalah tertentu saat sekarang dapat pula diterapkan dalam menghadapi kesulitan atau persoalan dikemudian hari.[4]
3.      Pendekatan Behavioristik
Pendekatan ini menekankan pada perilaku klien disini dan saat ini. Perilaku saat ini dari individu dipengaruhi oleh suasana lingkungan pada saat ini pula.
a.       Reality Therapy
Yang dimaksud dengan istilah reality adalah suatu standar atau patokan objektif, yang menjadi kenyatan atau realitas yang harus diterima. Sesuai dengan pandangan behavioristik yang terutama disoroti pada seseorang adalah tingkah lakunya yang nyata. Tingkah laku itu dievaluasi menurut kesesuaian atau ketidaksesuaiannya dengan realitas yang ada.
b.      Multimodal counseling
Pendekatan ini berakal dalam medan teori behavioristik, tapi sekaligus mencakup banyak unsur lain yang saling berkaitan dalam lingkup sejarah dan perkembangan, proses belajar dan hubungan anta pribadi. Selain itu, pendekatan ini dirancang untuk mengembangkan suatu proses konseling yang dapat memenuhi kebutuhan masing-masing konseli.
c.       Secara umum, pendekatan bimbingan dan penyuluhan dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam:
1.      Pendekatan secara kelompok
Pendekatan ini dipergunakan dalam membantu murid atau kelompok murid untuk memecahkan masalah dengan melalui kegiatan kelompok.
2.      Pendekatan individual.
Dalam pendekatan ini pemberian bimbingan dan penyuluhan dilakukan dengan hubungan yang bersifat face to face relationship (hubungan empat mata).[5]
Sedangkan menurut Prof. Dr. Bimo Walgoto dalam bukunya yang berjudul bimbingan dan penyuluhan di sekolah mengemukakan bahwa pendekatan bimbingan dan penyuluhan ada 2 (dua), yaitu:
1.      Pendekatan non scientific
Pendekatan ini tidak mendasarkan atas hal-hal objektif, tidak mendasarkan hal-hal yang nyata, lebih bersifat spekulatif.
2.      Pendekatan scientific
Pendekatan ini berdasarkan atas hasil-hasil interview, hasil penelitian, hasil tes dan sebagainya. Jadi pendekatan ini mendasarkan atas hal-hal yang objektif, tidak berspekulatif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.[6]
b.      Metode bimbingan dan penyuluhan
Metode secara harfiah adalah jalan yang harus dilalui untuk mencapai satu tujuan. Karena metode berasal dari kata meta yang berarti melalui dan kata hodos yang berarti jalan. Namun pengertian yang hakikatnya adalah segala saran yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, baik fisik maupun non fisik.[7]
Macam-macam metode bimbingan dan penyuluhan:
1.      Metode survei
Metode survei dapat diterapkan untuk mendapatkan data tentang lingkungan yang didalamnya program bimbingan harus beroperasi, tentang pengelolaan program bimbingan, sikap dan pandangan pembimbing terhadap program bimbingan, dan tentang sikap dan pandangan siswa terhadap pelayanan bimbingan yang mereka terima.
Metode survei bertujuan untuk memperoleh data yang menghasilkan gambaran latar belakang.
2.      Metode observasi
Observasi yaitu suatu cara untuk mengumpulkan data yang diinginkan dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung. Penyelidik langsung mendatangi sasaran penyelidikan, melihat, mendengarkan, serta membuat catatan untuk dianalisa.
3.      Metode kasus
Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai berbagai aspek tentang seseorang yang dijadikan objek studi kasus dan menilai arah serta taraf perubahan yang dialami oleh orang itu sebagai akibat dari pelayanan.
Dapat diketahui pula macam metode bimbingan dan penyuluhan secara garis besar dari buku “bimbingan pendidikan dan pekerjaan” karangan Prof. DR. Attia Mahmud Hana, yang menyebutkan bahwa metode bimbingan dan penyuluhan secara umum ada 2 (dua) yaitu:
1.      Metode bimbingan langsung (directive aproch)
Wiliam Sun membagi langkah-langkah dasar dalam bimbingan langsung pada enam macam, yaitu:
a.       Analisa, yang dimaksud adalah mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan untuk memahami klien.
b.      Penyusunan, adalah mengumpulkan data kemudian menyusunnya sehingga diketahui segi keistimewaan dan kelemahan klien.
c.       Diagnosa, yang dimaksud diagnosa adalah menyusun persoalan yang dikemukakan oleh klien dan sebaliknya.
d.      Perkiraan, yang dimaksud adalah memperkirakan perkembangan yang mungkin terjadi.
e.       Follow up, yang dimaksud adalah membantu klien untuk membantu mengatasi persoalan baru atau lama jika muncul kembali dan penentuan kadar kemajuan dalam proses bimbingan.
2.      Metode bimbingan tidak langsung.
Metode ini didasarkan atas prinsip ilmu “jiwa” yang dapat disimpulkan bahwa setiap kelakuan ada sebabnya. Sebab-sebab tersebut ditentukan oleh cara individu mengenal dirinya dan lingkungan. Dan hanya individu sajalah yang dapat mengenal betul-betul faktor-faktor dinamik yang mempengaruhi cara mengenal dirinya dan lingkungannya.[8]
  1. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan dalam bimbingan dan penyuluhan ada tiga macam:
1.      Pendekatan afektif, yang meliputi psikoanalisis, psikologi individual, terapi gestalt, konseling eksistensial.
2.      Pendekatan kognitif, yang analisis transaksional dan sistematika carkhuff.
3.      Pendekatan behavioristik, yang meliputi reality therapy dan multimedial counseling.
Sedangkan macam-macam metode bimbingan dan penyuluhan diantarannya ialah metode survey, metode observasi, dan metode studi kasus.
Menurut para ahli metode bimbingan dan penyuluhan secara umum dibagi menjadi 2 (dua) macam yaitu: metode bimbingan langsung (directive approach) dan metode bimbingan tidak langsung.


[1] MD. Dahlan, Beberapa Pendekatan dalam Penyuluhan Konseling, Bandung: CV. Dipenogoro, 1985, hal. 17
[2] W.S. Winkle, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, Jakarta: PT. Grafindo, hal. 422

[3] Ibid, hal. 423-424
[4] Ibid, hal. 426
[5] Muhamad Surya, Bimbingan dan Penyuluhan, Bandung: CV. Ilmu, 1973, hal. 106-110
[6] Bimo Walgito, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, Yogyakarta: Andi Offset, 1995, hal. 9
[7] Muhammad Umar dan Sartono, Bimbingan dan Penyuluhan, Bandung: Pustaka Setia, 1998, hal.130
[8] Attia Mahmud Hana, Bimbingan Pendidikan dan Pekerjaan, Jakarta: Bulan Bintang, hal. 171-174

0 comments:

Post a Comment