Blogroll

December 24, 2012

RANAH PENILAIAN KOGNITIF




A.    PENDAHULUAN
Pertanyaan pokok sebelum melakukan penilaian ialah apa yang harus dinilai itu. Terhadap pertanyaan tersebut kita kembali kepada unsur-unsur yang terdapat dalam proses belajar mengajar. Ada empat unsur utama dalam proses belajar mengajar yakni metode, tujuan, bahan, alat dan penilaian. Tujuan sebagai arah dari proses belajar mengajar yang diharapkan dapat dicapai (dikuasai) oleh siswa, bahan adalah seperangkat pengetahuan ilmiah yang dijabarkan dari kurikulum untuk disampaikan atau dibahas dalam proses belajar mengajar. Metode dan alat adalah cara atau teknik yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan itu tercapai atau tidak.
Pada umumnya hasil belajar dapat dikelompokkan menajdi tiga aspek yaitu ramah kognitif, psikomotorik dan afektif. Secara eksplisit ketiga aspek tersebut dipisahkan satu sama lain. Apapun jenis mata pelajarannya selalu mengandung tiga aspek tersebut namun memiliki penekanan yang berbeda. Untuk aspek kognitif lebih menekankan pada teori, aspek psikomotorik menekankan pada praktik dan kedua aspek tersebut selalu mengandung afektif.
Dalam penelitian ini kami sebagai penulis akan meneliti hal-hal yang menyangkut mengenai ranah kognitif dalam penilaian proses belajar mengajar yang mana aspek kognitif ini paling banyak dinilai oleh para guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran.

B.     PEMBAHASAN
1.      Pengertian
Penilaian adalah upaya atau tindakan untuk mengetahui sejauhmana tujuan yang telah ditetapkan itu tercaai atau tidak. Dengan kata lain, penilaian berfungsi sebagai alat untuk mengetahui keberhasilan proses dan hasil belajar siswa.
Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Menurut Bloom, segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif. Ranah kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir, termasuk didalamnya kemampuan menghafal, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis dan kemampuan mengevaluasi.
Dengan demikian aspek kognitif adalah sub taksonomi yang yang menyangkut tentang aktivitas mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai tingkat yang paling tinggi yaitu evaluasi.[1]

2.      Jenjang (Tingkatan) Aspek Kognitif
Dalam hubungannya dengan satuan pelajaran, ranah kognitif memegang peranan paling utama yang menjadi tujuan pengajaran di SD, SMP dan SMA pada umumnya adalah peningkatan kemampuan siswa dalam aspek kognitif. Aspek kognitif dibedakan atas 6 jenjang menurut taksonomi Bloom (1956) yang diurutkan secara hierarki piramida. Sistem klasifikasi Bloom itu dapat digambarkan sebagai berikut:

Penilaian





6





Evaluation
Sintesis




5




Synthesis
Analisis



4



Analysis
Penerapan


3


Application
Pemahaman

2

Comprehension
Pengetahuan
1
knowledge

Keenam aspek itu bersifat kontinum dan overlap (saling tumpang tindih). Aspek yang lebih tinggi meliputi semua aspek yang dibawahnya.[2]
a.         Pengetahuan (knowledge)
Pada tahap ini menuntu siswa untuk mampu mengingat (recall) berbagai informasi yang telah diterima sebelumnya, misalnya fakta rumus terminologi strategi problem solving dan sebagainya


b.        Tingkat Pemahaman (Comprehension)
Pada tahap ini kategori pemahaman dihubungkan dengan kemampuan untuk menjelaskan pengetahuan, informasi yang telah diketahui dengan kata-kata sendiri. Pada tahap ini peserta didik diharapkan menerjemahkan atau menyebutkan kembali yang telah didengar dengan kata-kata sendiri.
c.         Tingkat Penerapan (Application)
Penerapan merupakan kemampuan untuk menggunakan atau menerapkan informasi yang telah dipelajari ke dalam situasi yang baru, serta memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.[3] Bloom membedakan delapan tipe aplikasi dalam rangka menyusun item tes tentang aplikasi antara lain :
1)       Dapat menetapkan prinsip atau generalisasi yang sesuai untuk situasi baru yang dihadapi. Dalam hal ini yang bersangkutan belum diharapkan dapat memecahkan seluruh problem, tetapi sekadar dapat menetapkan prinsip yang sesuai.
2)      Dapat menyusun kembali problemnya sehingga dapat menetapkan prinsip atau generalisasi mana yang sesuai
3)      Dapat memberikan spesifikasi batas-batas relevansi suatu prinsip atau generalisasi
4)      Dapat mengenali hal-hal khusus yang terpampang dari prinsip dan generalisasi
5)      Dapat menjelaskan suatu gejala baru berdasarkan prinsip dan generalisasi tertentu. Bentuk yang banyak dipakai adalah melihat hubungan sebab-akibat. Bentuk lain ialah dapat menanyakan tentang proses terjadinya atau kondisi yang mungkin berperan bagi terjadinya gejala
6)      Dapat meramalkan sesuatu yang akan terjadi berdasarkan prinsip dan generalisasi tertentu. Dasar untuk membuat ramalan diharapkan dapat ditujukan berdasarkan perubahan kualitatif, mungkin pula berdasarkan perubahan kuantitatif.
7)      Dapat menentukan tindakan atau keputusan tertentu dalam menghadapi situasi baru dengan menggunakan prinsip dan generalisai yang relevan. Kemampuan aplikasi tipe ini banyak diperlukan oleh ahli-ahli ilmu sosial dan para pembuat keputusan.
8)      Dapat menjelaskan alasan menggunakan prinsip dan generalisasi bagi situasi baru yang dihadapi.[4]
d.        Tingkat Analisis (analysis)
Analisis merupakan kemampuan mengidentifikasi, memisahkan dan membedakan komponen-komponen / elemen suatu fakta. Konsep pendpat asumsi hipotesis atau kesimpulan dan memeriksa setiap komponen tersebut untuk melihat ada atau tidaknya kontradiksi. Dalam tingkat ini peserta didik diharapkan menunjukkan hubungan diantara berbagai gagasan dengan cara membandingkan gagasan tersebut dengan standar prinsip atau prosedur yang telah dipelajari.
e.         Sintesis (synthesis)
Merupakan kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh.
f.         Tingkat Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi merupakan level tertinggi yang mengharapkan peserta didik mampu membuat penilaian dan keputusan tentang nilai suatu gagasan, metode produk atau benda dengan menggunakan kriteria tertentu.[5] Kecakapan evaluasi seseorang setidak-tidaknya dapat dikategorikan ke dalam 6 tipe :
1)      Dapat memberikan evaluasi tentang ketepatan suatu karya atau dokumen
2)      Dapat memberikan evaluasi satu sama lain antar asumsi, evidensi, dan kesimpulan, juga keajegan logika dan organisasinya. Dengan kecakapan ini diharapkan seseorang mampu mengenal bagian-bagian serta keterpaduannya
3)      Dapat memahami nilai serta sudut pandang yang dipakai orang dalam mengambil keputusan
4)      Dapat mengevaluasi suatu karya dengan memperbandingkannya dengan karya lain yang relevan
5)      Dapat mengevaluasi suatu karya dengan menggunakan kriteria yang telah ditetapkan.
6)      Dapat memberikan evaluasi tentang suatu karya dengan menggunakan sejumlah kriteria yang eksplisit.[6]

3.      Ciri-ciri Ranah Kognitif
Adapun ciri-ciri ranah penilaian dalam aspke kognitif adalah sebagai berikut:
a.       Pada tingkat pengetahuan, peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan hafalan saja
b.      Pada tingkat pemahaman, peserta didik dituntu untuk menyatakan masalah dengan kata-katanya sendiri, memberi contoh suau konsep atau prinsip.
c.       Pada tingkat penerapan, peserta didik dituntut untuk menerapkan prinsip dan konsep dalam situasi yang baru
d.      Pada tingkat analisis peserta didik diminta untuk menguraikan informasi ke dalam beberapa bagian, menemukan asumsi, membedakan fakta dan pendapat serta menemukan hubugan sebab-akibat
e.       Pada tingkat sintesis peserta didik dituntut untuk menghasilkan suatu cerita, komposisi hipotesis atau teorinya sendiri dan mensintesiskan pengetahuannya
f.       Pada tingkat evaluasi, peserta didik dituntut mengevaluasi informasi seperti bukti sejarah, editorial, teori-teori yang termasuk didalamnya judgement terhadap hasil analisi untuk membuat kebijakan.



Tabel Kaitan Antara Kegiatan Pembelajaran dengan
Domain Tingkatan Aspek Kognitif[7]
No
Tingkatan
Dekskripsi
1
Pengetahuan
Arti : pengetahuan terhadap fakta, konsep, definisi, nama, peristiwa, tahun, daftar, teori, prosedur, dll.
Contoh kegiatan belajar:
-          Mengemukakan arti
-          Menentukan lokasi
-          Mendiskripsikan sesuatu  
-          Menceritakan apa yang terjadi
-          Menguraikan apa yang terjadi
2
Pemahaman
 Arti : pengertian hubungan antar factor, antar konsep, dan antar data hubungan sebab akibat penarikan kesimpulan.
Contoh kegiatan belajar:
-          Mengemukakan gagasan dan pendapat dengan kata-kata sendiri
-          Membedakan atau membandingkan
-          Mengintepretasikan  data
-          Mendiskripsikan dengan kata-kata sendiri
-          Menjelaskan gagasan pokok
-          Menceritakan kembali dengan kata-kata sendiri
3
Aplikasi
Arti: menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah atau menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari
Contoh kegiatan :
-          Menghitung kebutuhan
-          Melakukan percobaan
-          Membuat peta
-          Membuat model
-          Merancang strategi
4
Analisis
Artinya: menentukan bagian-bagian dari suatu masalah, penyelesaian, atau gagasan dan menunjukkan hubungan antar bagian tersebut.
Contoh:
-          Mengindentifikasi faktor penyebab
-          Merumuskan masalah
-          Mengajukan pertanyaan untuk mencari informasi
-          Membuat grafik
-          Mengkaji ulang
5
Sintesis
Artinya: menggabungkan berbagai informasi menjadi satu kesimpulan/konsep aau meramu/merangkai berbagai gagasan menjadi suatu hal yang baru.
Contoh kegiatan belajar:
-          Membuat desain
-          Menemukan solusi masalah
-          Menciptakan produksi baru, dst.
6
Evaluasi
Arti : mempertimbangkan dan menilai benar-salah, baik-buruk, bermanfaat –tidak bermanfaat
Contoh kegiatan belajar:
-          Mempertahankan pendapat
-          Membahas suatu kasus
-          Memilih solusi yang lebih baik
-          Menulis laporan, dst.

4.      Contoh Soal Tingkat Kemampuan Kognitif
Setelah diuraikan tipe hasil belajar menurut tingkat-tingkat kemampuan kognitif dalam hubungannya dengan bentuk dan tipe tes, berikut ini dikemukakan contoh-contoh soalnya. Contoh soal hanya diambil dari tes pilihan ganda karena bentuk tes inilah yang umumnya dianggap sukar menyusunnya oleh para guru dibanding dengan bentuk yang lain.

v  Soal Pengetahuan Hapalan
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan melingkari huruf pada lembar jawaban.
1)      Dalam Fisika kita mengenal tiga besaran pokok, yaitu :
a.       Meter – detik – gram                        d. Sentimeter – detik – gram
b.      Meter – menit – kilogram                  e. Sentimeter – detik - kilogram
c.       Meter – detik – kilogram
2)      Masa jenis suatu zat adalah perbandingan antara :
a.       Masa dan volume                              d. luas dan volume
b.      Berat dan volume                              e. massa dan panjang
c.       Volume dan berat


v  Soal Pemahaman atau Komprehensi
1)      “Lubuk akal lautan ilmu” berarti :
a.       Banyaknya akal dan bijaksana                       d. Pandai lagi bijaksana
b.      Sangat luas dan banyak pengetahuan           e. Licik dan banyak akal
c.       Arif dan banyak akal
2)      Hujan orografis disebabkan oleh :
a.       Pemanasan matahari yang kuat         d. angin darat malam hari
b.      Angin naik pegunungan                    e. angin musim
c.       Angin laut siang hari

v  Soal Penerapan atau Aplikasi
1)      Garis y = 2x + a menyinggung parabola  y = x2 - 2x – 5, maka harga a adalah . . . .
a.       -9                     b. -1                 c. 1                  d. 5                  e. 9
2)      “May I use your typewriter, Anton?,” Mary asked. Mary asked Anton . . . his typewriter.
a.       If the might use                                   d. whether we would allow
b.      If she could use                                   e. if he could use
c.       Whether we would permit her touse

v  Soal Analisis
Pilih salah satu dan berilah tanda silang (x) di lembar jawaban pada:
a.       Jika (1), (2), (3) betul
b.      Jika (1) dan (3) betul
c.       Jika (2) dan (4) betul
d.      Jika semuanya betul
1)      Demokrasi pancasila norma-norma pokoknya berdasarkan
(1)   Kepentingan rakyat
(2)   Pembukuan UUD 1945
(3)   Keputusan Presiden
(4)   UUD 1945
2)      Tingkat profase pada pembelahan mitosis ditandai oleh fenomena berikut:
(1)   Membran inti dan nukleus mulai lenyap
(2)   Tiap kromatin melepaskan diri menuju ketubnya masing-masing
(3)   Butir-butir kromatin menjadi benang-benag kromosom
(4)   Kromosom yang homolog terletak di bidang tengah sel

v  Soal Sintesis
1)      Pemugaran rumah-rumah penduduk, rehabilitasi selokan, dan pembuatan MCK merupakan proyek peningkatan kesehatan penduduk desa. Kegiatan ini merupakan praktek nyata dari:
a.       Higiene                                                d. Patologi
b.      Sanitasi                                                e. Fisiologi
c.       ekologi
2)      Jika pada akhir tahun 1998 produksi ketiga unit pabrik pupuk itu dengan kapasitas produksi seperti diuraikan dalam bataan di atas yang tidak berubah, maka perbandingan  produk urea dan amonia adalah:
a.       56 : 9                                                   d. 57 : 11
b.      56 : 11                                                 e. 57: 11
c.       57 : 10

v  Soal Kemampuan evaluasi
1)      Puisi pertama hasil karya Chairil Anwar yang sangat egoistis adalah:
a.       Surga                                                   d. Nisan
b.      Karawang-Bekasi                                e. Aku
2)      Which of the following is not true?
a.       Petroleum plays an importtant part in generating electricity
b.      The need for electricity has been increasing very rapidly
c.       The passage also tells about the consumption of energy 20 years from now.
d.      Besides electricity, Indonesia is also planning to use nuclear energy.
e.       The passage does not mention about water power.[8]
C.    PENUTUP
Simpulan
Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Dalam ranah kognitif itu terdapat enam aspek atau jenjang proses berfikir, mulai dari terendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi. Keenam jenjang atau aspek yang dimaksud adalah:
1.      Pengetahuan/ hafalan/ingatan (knowledge)
2.      Pemahaman (comprehension)
3.      Penerapan (application)
4.      Analisis (analysis)
5.      Sintesis (syntesis)
6.      Penilaian/ penghargaan/evaluasi (evaulation)
Tujuan aspek kognitif berorientasi kepada kemampuan berpikir yang mencakup kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungkan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut.



DAFTAR PUSTAKA

Daryanto. 2007. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Haryati, Mimin. 2008. Model dan Teknik Penilaian pada Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press.

Purwanto, M. Ngalim. 1994. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Silverius, Suke. 1991. Evaluasi Hasil Belajar Dan Umpan Balik. Jakarta : PT. Grasindo.

Sudjana, Nana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT. Rosdakarya.




[2] Suke Silverius, Evaluasi Hasil Belajar dan Umpan Balik, (Jakarta : PT. Grasindo, 1991), 40.h.
[3] Mimin Haryati, Model dan Teknik Penilaian pada Tingkat Satuan Pendidikan (Jakarta: Gaung Persada Press, 2007), h. 23-24.
[4] Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung : PT. Rosdakarya, 1995)., h.26-27.
[5] Mimin Haryanti,op.cit., h. 24.
[6] Dr. Nana Sudjana, op.cit., h. 29.
[8] Drs. M. Ngalim Purwanto MP, Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, (Bandung: Remaja Rosda karya, 1997), h. 48-54.

1 comments: